Jumat, 25 Februari 2011

Lihat mereka

Indonesia,,,
Tanah luas warisan leluhur,,,
Indonesia...
Negara kaya, sejuta budaya..
Indonesia...
Tawa bahagia para penindas,,
Presiden lemah,,
Tikus miskin semakin merajalela,,
Dasar bodoh, tak berguna...

Lihat mereka,,
Yang kecil semakin tak berdaya,
Yang kuat semakin menindas,
Di negeri kaya ini, mereka bahkan tak pernah tau apa itu bahagia.
Presiden macam apa kau?

Beye-ku sayang ,,,
Tolong mereka,
Kasihani mereka,
Sudah lama mereka tertindas,
Tundukkan wajahmu,
Bukan ketika media melihatmu,
Ulurkan tanganmu, bukan ketika kamera menangkap gambarmu,
Wajahmu palsu,
Hatiimu batu,

Kapan kau bertindak?
Itukah yang kau sebut tegas.
Bulsyit,,,
Presiden bodoh, kau tak bisa apa-apa.
Lihat mereka...
Tidur di antara tumpukan sampah,,,
Makan dari sisa tikus-tikusmu...
Yah dari tempat sampah,,,

Masihkah kau batu?
Tidakkah kau takut mereka dating mengepalkan tangan
Dan Menuntut keadilan ?
Bukan hanya mereka,
Tapi kami semua,,

Kami butuh pemimpin adil, tidak sekedar janji,
Tidak hanya curhat, tak bermuka palsu,
Tak seperti patung.
Atau kau ingin seperti HOSNI MUBARAK???

Senin, 14 Februari 2011

valentine is special day???

siapa bilang valentine itu hari special?

mungkin iyah kalo kita masih berfikir kekanak-kanakan dan bisanya cuma ikut-ikutan. coba deh kita renungi, memangnya hari untuk mencurahkan kasih sayang itu cuman tanggal 14 februari? wah kasian juga tuh kalo kaya gitu. coba deh kita ingat-ingat kembali apa itu valentine ...
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine.

perlu kita ketahui bahwa valentine day itu berawal dari sebuah kesalahan:
Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

berangkat dari cerita Valentine tadi, apakah kita sebagai manusia muslim dan muslimah perlu dan patut mengikuti hal yang sama skali tak berguna dan hanya karena kesalahan persepsi? jangan biarkan momen-momen seperti ini merusak kita, mengurangi akhlak kita, dan bahkan memberikan perlawanan terhadap ajaran dan keyakinan kita?
setidaknya kita mampu untuk merenungi mana yang seharusnya kita rayakan, kalopun kita ingin sekali merayakan, ayolah, banyak sekali hari-hari perayaan dalam islam yang bisa kita rayakan dan memang patut kita rayakan. ingat besok 15 februari bertepatan dengan 12 rabiul awal, hari maulid nabi Muhammad saw.betapa bodohnya kita ketika merayakan valentine lantas tidak merayakan hari kelahiran nabi

Rabu, 09 Februari 2011

STOP Keluhan dalam Hidup

Entah mengapa tak tahan rasanya saya mendengar orang-orang yang terlalu banyak keluhan. Saya tau, tak ada orang yang tak pernah mengeluh, tapi apa iya setiap masalah harus kita keluhkan. Salah satu objek dari tulisan saya ini adalah orang yang selalu saja mengeluh, ini mengeluh, itu mengeluh, sedikit sedikit beginilah, sedikit sedikit begitulah. Bukannya saya mau so’ perfeck dan bukannya saya tidak pernah mengeluh tapi rasanya tidak harus sesering itu. Rasanya saraf saya benar-benar tidak bisa lagi menerima rangsangan suara dari orang yang sangat sering mengeluh, sepertinya suara itu ingin langsung saya buang jauh-jauh sebelum merasuk ke dalam pikiran saya.
Saya teringat dengan kata bijak seorang Michael Bernard Beckwith dalam buku “THE SECRET” Jika Anda mengeluh, hukum tarik-menarik akan mendatangkan lebih banyak situasi yang Anda keluhkan ke dalam hidup Anda. Jika Anda mendengar seseorang mengeluh dan Anda berfokus pada hal itu, bersimpati kepadanya, menyetujuinya, saat itu juga Anda menarik lebih banyak situasi kepada diri Anda sendiri untuk mengeluh.

Dari sini lah saya belajar untuk tidak selalu mengeluh dan selama saya menyadari dan mengusahakannya saya rasa tidak ada yang sulit. Dan hal ini sudah saya beritahukan kepada Miss X tadi, tapi tetap saja dia selalu mengeluh dan mengeluh, masalah kecil pun yang tidak pantas untuk dikeluhkan, dia keluhkan.
Karena takut menyinggung perasaannya ketika dia mengeluh, lebih baik segera ku alihkan pembicaraan settiap kali dia mengeluh, kucoba untuk tidak merespon keluhan itu secara halus, dan terkadang saya harus pergi meninggalkannya seolah-olah ada sesuatu yang harus segera saya selesaikan. Bukannya saya tidak peduli, karna dia adalah sahabat baik saya, tapi saya hanya benar-benar muak dengan semua keluhannya. Padahal kalo dipikir-pikir, masalah yang dia keluhkan itu sangat lah kecil dan bisa diselesaikan tanpa berkata sepatah kata pun.
Lapar, mengeluh. Cape’, mengeluh. Habis kerja ini, mengeluh. Ada masalah kecil di kampus, mengeluh. Saya tidak bermaksud untuk menggosipkan teman saya ini. Tapi setidaknya dengan postingan saya ini orang-orang bisa menyadari bahwa ketika kita sering mengeluh banyak orang-orang di sekitar kita yang mungkin muak dengan keluhan-keluhan kita. Dan itu memang kenyataannya, bukan hanya saya yang merasa jengkel dengan keluhan-keluhan miss x. Beberapa orang yang lain pun mengatakan yang sama. Dan katanya kalo ini anak terus-terus kita biarkan seperti ini tidak akan pernah keluhan akan berakhir dalam dirinya. Mungkin kita bisa mencoba meminimalisir keluhan-keluhannya. Mungkin dengan tidak membiarkan satu pun keluhan berhasil dia ucapkan. Jangan merespon keluhan itu atau setidaknya respon seadanya agar tidak menimbulkan keluhan-keluhan lain. Atau menghiburnya setiap kali bertemu dengan pelaku, karena orang-orang seperti itu sudah terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa sedang diliputi banyak masalah. Sudah sering saya amati teman saya, setiap kali ada keluhan pasti dibarengi dengan raut wajah memelas, menghela nafas panjang, dan paling sering berkata “we kodong kenapa begini”atau “stresskuuuu gini gini gini”. Sepertinya teman saya yang satu ini adalah pecandu keluhan stadium akhir.
Kalo tidak segera di tangani takutnya dia malah tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup.
“hidup itu dibawa santai seperti di pantai, slow kaya di pulau.” hahaha

Zionisku sayang

Ibliis,
Hina,
Jahannam,
Murka,

Tdakkah kau iba melihat mereka?
Tidakkah ada sedikit ruang di hati kecilmu?
Tidakkah kau renungi betapa menderitanya mereka?
Setiap tetes darahnya,
setiap sayatan dagingnya,
setiap tancapan peluru kejam di dahinya,
Setiap raungan dan air matanya,

Zionisku sayang...
Tolong akhiri semuanya,
Bukankah kita saudara?
Bukankah kita berasal dari gumpalan yang sama?
Zionisku sayang,,,
Ulurkan tanganmu, bukan senjatamu.
Jagalah tanahmu, bukan tanahku.
Kumohon,,,
Zionisku sayang...
Hentikanlah. Karna kami takkan menyerah,
Tak kan rela,
Milik kami adalah hak kami,
Zionisku sayang,,,
Turunkan senjatamu.
Jabatlah tanganku.
Duduklah di sampingku,
Qt bercanda, bergurau, tentang kisah kita.
Kisah darah,
Kisah air mata,
Kisah-kisah pahit yang telah kita ukir puluhan tahun,
Bukankah itu cukup?
Biarkanlah kami yang tersisa menjadi pendongeng dari cucu-cucu kami,,,
Maukah kau memberikanku izin ?