Minggu, 18 September 2011

Kisah apes Bulukumba-Makassar

saya punya cerita. cerita saya ini sewaktu saya dalam perjalanan balik ke makassar. ceritanya saya habis pulang kampung, jadi balik lagi ke kota. kalo bisa dibilang, ini adalah perjalanan buruk saya. nah begini ceritanya.
hari itu, hari minggu, besoknya kan hari senin (jelas). nah, hari senin itu, sudah mulai kuliah perdana lagi, kalo tidak salah tanggal 5 september kemarin. kita kembali lagi ke hai minggu tadi. hari minggu saya menelpon supir makassar yang mobilnya sering saya tumpangi tiap balik ke Makassar. 2 hari sebelumnya, sebenarnya saya sudah menelpon om supir, karna rencanyanya saya balik ke Makassar hari sabtu, eh kasian, saya telat, mobilnya full penumpang. akhirnya saya mencoba menelpon supir yang lain. beberapa lah. cek per cek semua mobil makassar yang sudah saya telpon ternyata full semua, karna memang lagi musim pulkam. walhasil ada salah satu supir yang menjanjikan kursi mobilnya di hari minggu. ya fix. z berangkat hari sabtu.
 sejauh ini masih aman-aman saja.
hari minggu akhirnya tiba. semuanya beres. tinggal berangkatnya. pakaian rapi sudah saya kenakan sejak jam 4 sore, karna biasanya si mobil datang menjemput pada jam 5. saking semangatnya, semua barang-barang saya. saya sudah saya keluarkan. siap angkut ceritanya. detik demi detik berlalu, serasa tak ada habisnya. sudah jam 5 om supir belum juga datang. saya telpon, eh tidak aktif. waduh, saya mulai ragu, jangan-jangan om supir lupa kalau saya menunggu kedatangannya. 
lagi, waktu demi waktu terus bergulir. dan.... 1 jam kemudian. om supir belum juga datang. di telpon tidak aktif lgi. saya hanya bisa bersabar sekarang, mungkin sudah takdir, saya tidak bisa mengikuti kuliah perdana. 
jarum jam akhirnya mendekati pukul 7. waaaah, om supir belum juga datang. jengkel. kasih kabar ke' kalo tidak bisa jemput, jangan diam tanpa kata dong, kaya lagunya d'masiv. 
tiba-tiba klakson mobil terdengar dari luar sana, eh itu dia om supir. maaf sudah  berpikir yang tidak-tidak. tapi menunggu itu benar-benar menguji emosi seseorang.
tak hanya sebatas itu, teryata apesku semakin menjadi.
keapesan selanjutnya,,, pas buka pintunya mobil, eh bingung mau duduk dimana. kenapa? ternyata di kelas depan sudah ada dua orang, di tengah ada tiga orang, tapi gendut-gendut, di kelas belakang juga sudah full. dengan terpaksa, saya duduk di kelas tengah. di dekat seorang ibu-ibu. kalo jadinya saya TERJEPIT. untungnya saya langsing (maksa). 
sebagai orang yang baik, tentu saja saya rela dengan semua ini. saking baiknya saya mungkin, maka saya diberikan banyak cobaan oleh Tuhan dalam mobil itu. shafnya seingat saya seperti ini, ada bapak-bapak, kemudian ibu,-ibu, selanjutnya cewe, saya, dan ibu-ibu di dekat jendela. setelah beberapa jam berjalan, seingat saya di jeneponto. cewe yang ada di sebelah saya, menelpon seseorang. ngomongnya seerrruuu skali. saya sempat iri lihat si cewe. saya cek handpone tak 1 pesanpun yang masuk, cek per cek ternyata tidak ada sebatang sinyal pun. heeeii ini orang ko' bisa2nya nelpon di tempat tak bersinyal seperti ini, tanya dalam hati. karna penasaran, saya bertanya, "mba pake kartu apa?". si cewe menjawab "pake simpati."
hey, simpati itu telkomsel kan? sama dengan saya kan? akhirnya kulirik dengan ekor mata, di handponenya pun ternyata tak bersinyal. hahahaha. ini cewe gila ya? pura-pura nelpon cuma buat sensasi kayanya.
tak berakhir disitu saja, di bagian belakang, ada lagi dua orang cewe, yang cerewetnya minta ampun, sumpah yaa... ini mobil benar-benar bikin saya boring (efek iri, ga' punya teman ngobrol). cerewet boleh-boleh aja neng, tapi jangan cerita aib diri sendiri dudul. ang sempat saya rekam dia bilang gini "bulan ramadhan kemarin, 1jii puasaku. itu yang satu hari itu, saya nda tau sah atau tidak, soalnya samaka' Sandi (pacarnya). yah biasa ada sesuatu yang saya lakukan." kalo cuma ada saya siiih, kau bisa fine2 saja ngomong gitu, eh ini banyak ibu-ibunya. sempat juga dia cerita, dia diterima kerja di INCO selama 6 bulan, gajinya sekian, kalo keterima jadi pegawai tetap, dia ninggalin kuliahnya. bla, bla, bla. panjaaaaaang skali. ini apakah? pamer? atau cuma saya yang sensi karna tidak ada teman ngobrol? yang jelas saya jengkel.
dan apesnya laaagiii >> ini yang paling apes. ibu-ibu di sebelahku muntah. waduh, saya kalo lihat orang muntah, juga mau ikutan muntah. Alhasil saya mual setengah mati, untung nda sempat muntah. dan sampai kosan dengan selamat.
begitulah cerita apes yang saya alami di perjalanan. kalo ceritanya seperti ini, mending saya tidak usah pulang kampung saja deh.. :(



Sabtu, 10 September 2011

Sahabat kursi Roda

Namanya Avrina Priyanka. Parasnya yang mengadobsi jelita cloepatra ini kerap kali mengundang kedipan sebelah mata para lelaki yang melintas di depan rumah kami, terkadang diiringi dengan siulan dan tentu saja dengan bumbu senyuman manis mereka. setidaknya hal itu bisa membuat Avrina tersenyum.
            Sepanjang hari dihabiskannya di teras rumah ditemani buku diary dan sebatang pulpen,. Hampir tiap bulan diarynya berganti karena saking seringnya dia isi dengan luapan hati dan pikirannya. Entah apa yang selalu iya tulis, aku tak pernah berani menanyakannya karna aku tahu itu pasti sangat pribadi.
            Usianya sama denganku, 18 tahun. Sayang sekali dia tak pernah mengecap bangku sekolah formal. Ibunya meninggal sejak dia dilahirkan. Sedangkan ayahnya meninggal karna kecelakaan saat ibunya masih mengandung dirinya. Avrina terlahir premature. Kedua kakinya bengkok dan sangat kurus. Kedua tangannya pun demikian. Namun tangannya lebih bisa bergerak bebas dibandingkan kakinya, sehingga iya harus selalu duduk di atas roda. Pernah suatu ketika ibuku memasukkannya ke sekolah khusus untuk anak cacat, tapi ibu kasian dengannya jika harus meninggalkannya di sana. Untuk mengantar dan menjemputpun ibu tak ada waktu, pekerjaannya menyita waktunya kadang sampai larut malam. Karna itu ibu memanggil terapis untuk Avrina. Dan akhirnya Avrina bisa menulis dengan baik. Hanya saja avrina bosan dengan terapi itu, karna menurutnya tak mungkin cacatnya disembuhkan, kedua kakinya tak mungkin diluruskan kembali.

Sabtu, 30 Juli 2011

Marhaban Ya Ramadhan

alhamdulillah,,, tak terasa momen setahun silam kini datang kembali... 
menurutku, momen ini identik dengan pulang kampung... hehehe...
inilah kasus yang menimpaku saat ini,,, tidak peduli apa kata kakak senior yang menegurku, katanya "kaya' anak SD saja, puasa pertama harus di kampung. memang apa bedanya puasa di Makassar dengan di Bulukumba?"
yah, menurutku, memang beda. kalo saya puas di Bulukumba, sudah pasti ibuku yang membangunkan, tapi kalo di makassar, paling telpon yang membangunkan, kalo bukan telpon dari ibu, mungkin juga alarm yang lebih duluan. rasanya memang lebih ma'nyus kalo ibu yang membangunkan meskipun kadang harus marah-marah dulu baru saya bangun....

well,,, bulan ramadhan tahun ini saya mau berubah deh, berubah jad power ranger. Power ranger tidak pernah di bangunkan saat ada bahaya. nah kalo power ranger versi yang ini, tidak butuh di bangunkan pas sahur.
selain itu, saya juga punya target lain di bulan ramadhan ini. saya ingin khatam alquran selama ramdhan ini. nah, karna sekarang bacaan saya sudah di juz 11, jadi saya tidak akan mengulangnya dari aal, saya hanya butuh melanjutkan bacaan saya. setidaknya ini adalah kali kedua saya khatam al-Quran... aaamiiiin, semoga bisa mba'ee
artinya apa??sahurnya harus lebih banyak biar bisa kuat baca al-Quran.... no, its wrong
ada lagi ternyata, shalat tarwih jangan lupa,,, guru SDku bilang, puasa tarwih itu sama pahalanya dengan shalat fardu di hari-hari biasa di luar ramdhan... waaaw segalanya memang di lipat gandakan..

tapi, tidak akan ada artinya semua amalan itu, kalo masih tersisa dengki dan amarah. nah oleh sebab itu, saya Isma Ariyani Iskandar beserta keluarga memohon maaf setulusnya atas salah dan hilaf. mungkin ada kata yang tidak berkenan di hati, ada tingkah yang tak wajar. bukanlah manusia ketika tak pernah berbuat salah... happy fasting month... :) minal aidin walfaidzin. Marhaban ya Ramadhan

Sabtu, 18 Juni 2011

Ketika Aku tak mampu berucap

langkahku kian rapuh,,
suaraku semakin lemah,,
sayapku semakin menipis,,
jiwaku bahkan tak tau kemana,,
aku tak mampu lagi terbang,,
senja bahkan tak mampu kukenali,,
surya elok tak lagi bisa kunikmati..

aku rapuh,,,
sangat rapuh,,,
tapi dengan kerapuhanku,
aku merasa dekat dengannya

Jumat, 17 Juni 2011

Si Centil spupuku calon model di masa depan

Pulang kampung kali ini sedikit lebih lama dari biasanya, sekitar seminggu lah, biasanya cuma tiga hari. lama di kampung ternyata membosankan, di kampung saya hanya ditemanni oleh kurcaci-kurcaci. mereka adalah ketiga sepupuku. hanya mereka  teman sepermainanku ketika pulang ke kampungku di Bontotiro, anak muda di sana sudah pada ke kota cari ilmu sepertinya. spupu-spupuku iini masih mungil-mungil dan menggemaskan. mereka adalah Nabila, Zahra, dan Afni. Nabila masih 4 tahun, zahra 6 tahun, dan Afni 7 tahun. bayangkan ketika seminggu itu saya hanya bergaul dan bermain dengan mereka. bawelnya minta ampun. tapi seru juga untuk menghilangkan rasa jenuh. suatu hari saya mereka mmintaku untuk foto-foto. "kk' imma ayo foto, halumma cudah mandi" kata nabila yang paling muda.
tanpa basa-basi kubuka laptop dan meminta mereka untuk duduk tepat di depan layar. kuminta mereka untuk bergaya dengan gayanya masing-masing tapi ternyata dari beberapa jepretan, saya paling menyukai gaya dari zahra. setiap kali kuminta untuk mengganti gayanya, diapun dengan antusias merubahnya. wetz, spupuku yang satu ini sepertinya memiliki bakat untuk menjadi seorang model. hahahay. 
Nabila, zahra, dan afni




setelah kuperhatikan dia memang lebih bergaya dan lebih centil diantara ketiga bersepupu ini.... dia pun lebih banyak tau tentang lagu cinta... heran dengan balita jaman sekarang, lebih hafal lagu cinta dibanding lagu anak-anak.... beda dengan jaman saya dulu. ini pasti gara-gara televisi yang sudah membabi butakan pikiran anak-anak, belum lagi adegan-adegan dan dialek dalam sinetron, ketiganya hebat. Dasar anak bau kencur. di usianya yang masih bau asi mereka sudah bisa menghafal adegan dalam sinetron, kalo dibandingkan dengan fitri dalam sinetron cinta fitri, yah 11-12 lah...

Selasa, 14 Juni 2011

Perjalanan Yang Selalu Membosankan Dan Melelahkan

Masih belum berubah, 2 tahun belakangan perjalanan pulang ke Bulukumba masih tetap membosankan dan melelahkan. Mengapa? Jalanan hancur amburadul kaya diotak atik tikus ini masih belum juga mulus. Bukan dari dua tahun belakangan ini jalan demikian adanya, hanya saja yang paling parah yah dua tahun belakangan maybe, itu yang kurasakan. Setiap pengen pulang kampung, pasti yang sangat tidak ku inginkan yah itu dia, perjalanan. Andaikan ada doraemon yang bisa membantuku, pasti sudah ku otak atik kantong ajaibnya cari alat apakantumae yang bisa membantu.

Sempat ku tulis di buku diaryq beberapa bulan yang lalu pas pulang kampung, saking bosannya sepanjang perjalanan dan tentu saja tak bisa kupejamkan mataku.
**
Apa ini?
Jalan raya penuh lubang,
Jalanan poros ko’ kaya jalanan sapi
Ssaangat tak layak,,
Banyak bebatuan lagi,,,
Tuh dengar, mesin mobil meraung-raung
seolah tak ingin melewati bebatuan yang berserakan di jalan,
 seolah bercerita betapa lmahnya pemerintah menangani keresahan rakyat kami,
Ah mereka memang tak peduli
**
Toh sekarang keadaannya tetap sama.
Mulai dari Bontotiro jalan ke Bulukumba, huuuuh perutku serasa dikocok-kocok kaya milkshake. Belum lagi di bantaeng, dan sekarang jeneponto juga mulai...huuuuuuuhhh.....
Kalo sekarang bantaeng sudah lumayan. Tapi apalah daya, giliran di bantaeng bagus, di jeneponto malah yang hancur berantakan, jeneponto yang panjangnya minta ampun terus jalanannya juga ikut-ikutan tidak sopan, yah hasilnya sampai di rumah semua anggota badanku terasa pegal semua. Kalo tadinya mungkin perjalanan normal Makassar bontotiro 5 jam, semenjak bantaeng rusak menjadi 6 jam, dan kalo ternyata jalanan di jeneponto tidak segera di perbaiki, ampun setiap pulang kampung harus menempuh perjalanan 7 jam. 


Jumat, 10 Juni 2011

Menulis Tentang Menulis

Yah bagaimanapun jeleknya tulisan saya, akan tetap saya hargai, saya beri penghargaan sekarung emas deh.... nah, ini masih seputar pelatihan jurnalistik, tepatnya TIMELINES.... malam pertama di jalan sepakat dalam sebuah rumah hijau, kami para peserta timelines harus menulisakan sebuah artikel tentang "menulis" sebanyak satu lembar polio bolak balik. waktu yang disediakan cuma 30 menit. kedengarannya agak sedikit aneh ya, menulis tentang "menulis". baiklah, sejak waktu bergulir, penaku pun mengayun, menari, bahkan sampai jungkir balik. meskipun saya menyukai dengan yang namanya menulis, tapi kali ini bukan menulis tentang aku, hariku, dan duniaku, tapi tentang menulis itu sendiri. walhasil seperti inilah yang sempat saya buat dalam waktu 30 menit itu.
**

  (Saya copy dari blog timelines yang sudah memposting tulisan abal-abalku ini)

Menulis adalah tentang apa yang kita pikirkan

 

Menulis bukan tentang apa yang kita sukai, tapi menulis itu tentang apa yang kalian pikirkan. Namun untuk menulis, kita perlu menyukainya terlebih dahulu. Sesuatu yang kita pikirkan akan diketahui dan dipahami oleh orang lain. Menulis adalah sebuah kebadian, melalui sebuah tulisan apapun bisa terjadi. Mengubah dunia pun bisa.
Bagiku, menulis itu menyenangkan. Meluapkan apa yang dirasakan, menuangkan apa yang dipikirkan, menumpahkan apa yang dillihat. Itulah menulis.
Melalui tulisan, kita bisa berbicara dengan dunia, bercerita tentang dunia, atau bahkan berdiskusi dengan dunia. Berkarya melalui tulisan adalah sebuah keindahan. Hanya dengan secarik kertas dan sebatang pensil, hanya dengan layar dan keyboard. Semua orang bisa melakukannya. Kaya, miskin, tua, muda, pria, wanita, tak ada batasan untuk menjadi seorang penulis. Menulis tak hanya sekedar berbagi. Menulis bisa menghasilkan uang. Menulis hanya butuh ketekunan, emosi, dan semangat yang tinggi. Banyak orang besar lahir dari sebuah tulisan.
Sejak lama manusia telah mengenal istilah menulis, bahkan ribuan tahun yang lalu. Sekitar 5300 sebelum Masehi, manusia manusia berkomunikasi tidak hanya secara verbal, tapi juga non verbal. Awalnya berupa gambar di dinding gua. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, gambar itu adalah status di FB. Semakin berkembang akhirnya muncul simbol-simbol dan alfabet. Itulah kemudian muncul istilah menulis.
Menulis tidak harus pandai. Menulis adalah menulis. Menggoreskan pena di sebuah kertas adalah menulis. Hanya perlu merangkai kata. Seorang anak kecilpun banyak yang suka menulis. Di masa lalu, ketika kita mencurahkan isi hati melalui buku diary adalah sebuah maha karya. Jangankan di masa lalu, sekarang pun masih banyak orang yang menulis melalui buku diary. Namun, di tengah berkembangnya media, lebih banyak lagi orang yang meluapkan pikirannya melalui blog. Sehingga juga dengan mudah akan dibaca dan dinikmati dunia.
Nah, berbicara tentang blog, adalah sebuah hal yang sangat menarik. Blog, adalah sebuah media baru, yang menyediakan tempat bagi kita untuk berkarya melalui tulisan. Banyak orang yang menggunakan blognya sebagai tempat mencurahkan perasaan dan pikirannya serta meluapkan emosinya. Apa yang tidak mampu diceritakan kepada orang lain, biasanya ditulis ke dalam blog. Blog hanyalah salah satu ruang untuk membebaskan diri. Masih banyak media yang bisa menampung tulisan-tulisan kita. Mulai dari internet, Koran, majalah, dan sebagainya.
Kuncinya adalah tidak berputus asa. Orang-orang yang sukses menjadi penulis adalah mereka yang tidak pernah bosan untuk menulis. Mereka yang kaya akan semangat. Sekali lagi, tak ada batasan dalam menulis. Orang yang ingin sukses di tulisan ilmiah akan senantiasa mencari dan meneliti sesuatu yang berbau ilmiah. Mereka yang ingin sukses di dunia fiksi bisa menulis novel. Novel pun bisa bermacam-macam. Ada yang lucu, mengharukan, cerita bahagia, tentang motivasi, dan lain sebagainya tergantung apa yang mereka sukai. Seorang jurnalis pun adalah seorang penulis. Intinya menulis adalah pangkal ketenaran, ketenaran yang abadi. Ketenaran yang bukan hanya ketika kita masih berada di dunia, bahkan ketika kita sudah di akhirat sekalipun.
Sekali lagi, menulis adalah tentang apa yang kita pikirkan. Alangkah indahnya dunia ini ketika semua orang bisa menjadi penulis. Penulis yang menuliskan hal-hal bermanfaat bagi buminya. Mari kita melakukan perubahan di bumi melalui tulisan. Bumi aka bangga memiliki anak-anaknya yang pandai menulis. Bumi akan tertawa bahagia melihat penulis-penulisnya.
Mari kita menggunakan pena-pena kita, membuka jalan melalui perubahan. Anak-anak bangsa yang baik, adalah mereka yang mampu memberikan manfaat pada bangsanya, hanya dengan hal yang sangat mudah bila ditekuni, hanya dengan tulisan. Sekali lagi, hanya dengan tulisan.
Mari berkarya melalui goresan penamu.

ditulis oleh penulis muda berbakat, Isma Ariyani….haha
Rumah kk’ Hajir (Jl.Sepakat) pada pukul 20.17-20.47 wita

Minggu, 05 Juni 2011

Akkarena dan Bulanku

7.28 tepat... kubuka pintu kamarku, kulemparkan tas, kurebahkan tubuhku sejenak dan kuraih laptop untuk menuliskan kisahku hari ini..... rasa capek terasa amat menggorogoti, tapi tak tahan lagi rasanya sangat ingin kuluapkan semua yang berkecamuk di dalam hatiku (agak galau), lagipula suaraku yang parau sepertinya melarangku untuk bercerita banyak. Aku pikir aku bisa meluapkan semuanya lewat tulisan ini.
Hari yang kubayangkan akan indah saat matahari hangat mulai menyapa, karna hari ini aku dan teman-teman BCOP (basic course of photograpy) akan hunting ke tiga tempat (pelabuhan paotere, vort roterdam, dan Akkarena beach). kuraih tasku  dan bergegas menuju GPI (gedung pertemuan Ilmiah) UNHAS, tempat ngumpul sebelum berangkat ke lokasi hunting. Yah, seperti yang kuharapkan, hingga matahari memanas dan lebih tajam menusuk ke pori-pori kulit, semuanya masih indah,masih penuh dengan canda tawa. Dia, sebut saja Voldemort (memang sangat jarang kutulis sesuatu tentangnya, karna dia sudah tertulis jauh di dalam hatiku, hehehe, agak lebay), yah, tentu saja dia datang, tapi tau tidak, kedatangannya bukan membuatku senang, malah membuatku kehilangan mood.
Bulan akan selalu bahagia di dekat bintang, iyalah. Terus masalahnya dengan isma apa. Matahari memang takkan pernah cocok dengan bulan. Loh ini bahas tata surya yah? Skali lagi matahari takkan mungkin bertemu dengan bulan. Hanya ada satu kemungkinan, ketika terjadi gerhana matahari, itupun hanya disaat Tuhan menghendaki dan merestui. Kalo diumpamakan , aku lah matahari itu, dan voldemort tadi adalah bulannya. Bisa tidak ya bulan bertemu dengan matahari? Bisa tidak ya mereka menyatu? Akan sangat keciiiil, kemungkinan. Bulan sudah memiliki bintang, untuk apa matahari berharap banyak? Matahari bodoh. Sudah tau tapi masih bermimpi.
Seandainya saja ini bukan masalah hati,,,
sudah kucoba berkali-kali untuk membuang jauh mimpi itu, kutanam, dan kukubur, tapi tetap saja dia tumbuh dan terus tumbuh. Mungkin nanti semua akan layu dengan sendirinya? Tapi tetap saja, di dalam hati tetap akan berbisik seandainya saja semuanya akan bersemi dengan bunganya yang indah.
Baiklah, tinggalkan tata surya dan taman bunga, kita kembali ke pembahasan awal. Tempatnya di akkarena. beberapa kali ku tangkap tatapan matanya, entahlah dia menatapku, atau mungkin aku yang terlalu berharap. Sejenak kulihat lagi, ternyata bintang mendekatinya, sudahlah, kuabaikan apa yang kulihat, kusibukkan diri, berharap semuanya bisa menenangkanku. Ternyata benar, semuanya kulupakan. Ok sampai disini masih baik-baik saja.
Hari semakin sore, dan semua anggota tubuhku serasa ngilu, tak mampu lagi bergerak rasanya, dari kejauhan aku hanya memandangi teman-teman BCOP sedang memotret. Tapi sunset memaksaku untuk mendekati bibir pantai, duduk di tumpukan batu kerikil besar, dan memandang jauh ke arah bola api raksasa yang mulai melembutkan warnanya.  Keindahannya membuatku semakin kagum dengan keagungan-Nya. Semakin lama semakin bersembunyi di balik garis laut. Seolah-olah menenggelamkan tubuhnya ke dalam air. Merona, tak ada kata yang bisa menggambarkannya, ini adalah senja terindah yang pernah kulihat, sulit untuk berkata, kali ini senja mengajakku untuk bersyukur, di tengah keramaian, di tengah kesibukan, bahkan di tengah kegalauan, semuanya tak lepas dari tangannya. Termasuk apa yang kurasakan saat menatapnya. Aku ingin berteriak pada senja, aku ingin menangis di dekatnya, aku ingin dibangunkan dari mimpiku.  Tapi paling tidak dia telah mencoba menghiburku. Tapi apakah kau yakin aku terhibur? Sementara aku melihat bintang dan bulan yang terus tertawa bahagia? Siapa aku? Apa yang kupikirkan? Bodoh. Konyol, rasanya ini bukan aku. Terlalu melo dan terlalu menyiksa diriku sendiri. Yah, kuakui tak pernah sebelumnya aku menyiksa diriku sendiri hanya karna kekonyolan seperti ini.
Kutatap senja hingga semuanya gelap dan sesekali menangkap bayangan mereka.. Perlahan ku usap air mataku. Ingin sekali aku berteriak, untuk menghilangkan semua gundah. Tapi suaraku yang semakin parau menahanku untuk melakukannya. Sudahlah, biar aku yang tau semuanya. Biar kupendam di sini saja. kusimpan di sini, di akkarena. Ku lempar jauh ke hamparan luas laut, semoga ini pertama dan terakhir kalinya aku meneteskan air mata karnanya. Untuk apa aku menangisi hal bodoh ini? Sementara di sana dia tertawa dan mungkin tak pernah terbersik di pikirannya satu hurufpun dari namaku. Trima kasih akkarena.
Entah kapan waktu itu tiba, atau mungkin itu hanya sebuah angan, Suatu saat nanti ketika bulan dan bintang memang ditakdirkan untuk dipertemukan, aku pasti akan mengunjungimu. Tapi jika tidak, kuburlah rasa ini tepat hari ini juga, dan jangan pernah mengembalikannya padaku.
 
peserta BCOP lagi narsis di vort roterdam
yang asli nyusul

Jumat, 03 Juni 2011

SNMPTN, ADA TUKANG PARKIR DADAKAN

Guyuran hujan tak menjadi penghalang bagi mereka. Sejak pukul 6 pagi mahasiswa Antropologi fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mulai sibuk di depan portal fakultasnya (31/5). Bukan lagi hal yang baru bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin. Setiap tahun, menjadi tukang parkir SNMPTN adalah tradisi mereka. Pasalnya mereka mengumpulkan uang  hanya dari  peserta SNMPTN saja. “yah, kalo ada mahasiswa dari fakultas yang tidak kami kenali, mereka tinggal menyebutkan dari jurusan mana mereka berasal, karna memang hanya peserta SNMPTN yang kami wajibkan membayar”, begitu kata “J” (salah seorang mahasiswa antropologi angkatan 2008 yang memimpin teman-temannya di parkiran FISIP.
Dua hari SNMPTN memang akan selalu dimanfaatkan oleh segelintir mahasiswa senior untuk mencari uang. Biaya parkir yang biasanya gratis, diberikan tarif 3ribu untuk motor, dan 5 ribu untuk mobil. “biaya parkir di sini tergolong murah loh, di fakultas lain kadang memasang tarif 5 ribu untuk motor dan 10 ribu untuk mobil” kata J lagi.
Ironisnya, tak satupun dari peserta SNMPTN yang keberatan dengan biaya parkiran itu, padahal tarifnya mahal. “semuanya ikhlas membayar, setelah membayar, kami mendoakannya lulus”, katanya lagi. Hal seperti ini tentu akan mengundang sorotan dari banyak mahasiswa, akan dibawa kemana uang hasil parkiran itu? Tentu saja para tukang parkir dadakan ini dapat memberikan jawaban yang menurutnya suatu kebenaran. Pasalnya mereka menggunakan uang itu untuk MUBES di himpunan mereka. Meski demikian, uang yang mereka dapat masih tergolong berjumlah kecil dibandingkan fakultas lain, karna memang luas parkiran FISIP lebih kecil. Setiap tahun mereka biasanya mengumpulkan 100 ribu ke atas selama dua hari. Tapi tetap saja hal itu tidak menciutkan semangat mereka untuk duduk berlama-lama di portal FISIP sampai peserta SNMPTN bubar.
             Dari pihak universitas pun tak ada yang keberatan selama tak ada paksaan untuk membayar. namun setelah ditanya, mereka malah mengatakan “mau tidak mau mereka harus membayar, awas saja kalau tidak, baru calon maba saja sudah songong”.          

Kamis, 02 Juni 2011

Mau Belajar me-LayOut

Insiden penolakan hasil kerja redaksi benar-benar membekaskan luka di hatiku (lebay mode_on) memaksaku untuk belajar me layout .... untuk lebih detailnya, saya ingin bercerita mulai dari awal peliputan sampai penolakan...

nah, ini masih seputar timelines... hari kedua timelines adalah waktunya turun ke lapangan. sejak hari pertama timelines, kami 17 orang anggota TIMELINES telah dibagi ke dalam 3 tim. saya, ame', vivi, uni, imam, dan akram satu tim.nah, kami diwajibkan membuat nama tim sekaligus nama majalah atau buletin yang akan kami buat seharian di hari kedua. deadlinenya hanya sampai pukul 18.00... tidak ada alasan, jadi tidak jadi pokoknya harus kumpul, begitu kata instruktur "k' nendenk"... waktu meliput hanya dari jam 8 sampai jam 12 siang. selebihnya kerja buletin....
oh iya, disini kami memilih untuk membuat mini magazine dengan nama "EYE CATCHING"... keren bukan? iyalah, keren, pasti sekeren hasilnya nanti....

tim EYE CATCHING ternyata mendapat lokasi meliput di Pantai LOSARI.. khusus untuk saya, saya meliput di benteng roterdam untuk suggest place...
baiklah, kami akan beraksi....
eye catching ternyata tiba di lokasi kurang 15 menit jam 9, ngumpul di losari sebelum berpencar, dan balik lagi ke tempat yang sama setelah berpencar.... teeeeeeeeeeet, waktu terus berlalu, acara liput meliput selesai pukul 11.00... dan kembali lagi ke sekret timelines 2011, jalan sepakat. karna perjalanan dari losari ke sepakat agak lama, akhirnya kami tiba di sekret kurang 20 menit jam 12. tanpa menunda-nunda lagi kuraih laptopku dan segera menulis apa yang kuliput tadi, sekaligus menjalankan tugas sebagai Editor. yah, mungkin karna tuntutan kerja, saya mesti kerja keras untuk menyelesaikan majalah perdana kami. yang lain sempat tidur beberapa jenak. makan siangpun harus kulakukan di depan kertas-kertas hasil liputanku, makan sambil ngetik lebih tepatnya.
yah, pukul 15.30 semua tulisan sudah rampung, tinggal mengumpulkan semua foto, dan me-lay out... ame' sang lay-outer kini yang memegang andil. kupercayakan semuanya ke ame...
cek per cek ternyata ame juga tidak ahli dalam melayout. akhirnya, saya, vivi(pimred), dan ame harus berusaha untuk memecahkan kesulitan itu. otak atik tak alang kepalang, tak peduli capek menggerogoti.  tak satupun dari kami yang bisa menggunakan corel draw. menyerah pun tak mungkin. masa Eye Catching yang semangatnya membara-bara tiba-tiba harus ciut dan menyerah begitu saja? ooo tidak bissaaaa...
lama mengotak atik, ketawa sana sini, pusing, sakit, capek, semuanya bercampur aduk seperti es buah. tapi kami tak mau menyerah. sampai pukul 5, ternyata belum ada sedikitpun yang terlayout. ingin berteriak tapi tak mungkin. oh GOD help us...!!
sedar tadi mengotak atik word dan corel tak ada satupun hasilnya, apa coba yang bisa di pertanggung jawabkan di evaluasi nanti? yah, tak perlu berpikir lama lagi, desakan waktu ternyata memaksaku untuk me layoutnya di word menggunakan shape, dan sebagainya. sangat pas-pasan dan sangat hancur.... saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 teng, ternyata yg berhasil di lay out hanya 5 halaman, sementara kami diwajibkan menyelesaikan minimal 24 halaman. instruktur k' nendenk mulai menampakkan kegarangannya, kumpul skarang bagaimanapun hasilnya. teriak sana sini membuatnya tampak sangat mengerikan, saya merasa semakin tertekan, apa yang bisa kulakukan? tak mungkin juga menyelesaikan majalah ini. sudahlah, saya menyerah. apa yang sudah diayout dan yang belum dilayout itulah yang kami print, dan hasilnya tahukah kalian? sangat tidak EYE CATCHING... dan taukah juga kalian? diantara3 tim, majalah kamilah yang terhancur karna menyerupai makalah... huuuuuu....
tapi apapun yang hasilnya, sekali lagi orientasi proses lah yang dibutuhkan....

dan mulai saat ini saya bertekat untuk pandai me-lay out.... saya harus menemukan guru lay out yang sukarela membagi ilmunya pada saya. jadi seandainya ada timelines yang kedua buat saya, tidak ada lagi air mata... hikz nangis