Menyoal tentang cinta, perkara sepertinya tak kan ada ujung.
Beberapa hari belakangan aku sering larut akan obrolan banyak orang - yang kebanyakan dalam tulisan. Iya, cinta. Tak usah kau tanya hati kapan kita bisa lepas dari obrolan tentang cinta. Tidak akan pernah. Matilah hati jika tak ada cinta. Mati hati, tak lama raga pun minta dinisankan. Mungkin jika bukan dalam kata kau ucapkan, namun hati adalah sebaik-baik pemuja cinta.
Cinta yang kumaksudkan, tentulah kita sudah sama-sama mafhum. Cinta yang tidak hanya pada lawan jenis tentunya. Tapi cinta yang sebenar-benar cinta.
Ah, sungguh akupun tak paham benar, sudahkah hati peroleh cinta yang sebenar-benar cinta? Kurasa tanyakan pada hati masing-masing kita, melalui ucap dan laku. Jika belum, maka bersegeralah menuju padanya. Jika tak tahu caranya, cukup perhatikan orang-orang di sekitar yang penuh akan cinta hatinya. Jika kau tak mampu membedakan, sasarlah tempat di mana ada mereka yang membuat damai kau di sana.
Baiklah, bukan itu yang sebetulnya kuperkarakan pagi ini. Di pagi buta aku terbangun dari mimpi yang entah, laptop masih dalam keadaan hidup. Semalam aku tertidur sebelum waktunya rupanya. Saat aku hendak mematikan laptop, kusempatkan mengecek dashbor blogku, ah ada tulisan baru seorang kawan lagi, dan yah, tentang cinta dan urusan pinang meminang. Pagi yang tadinya membelai kembali mataku untuk tertidur setelah mendirikan subuh, melek lagi akhirnya.