Kamis, 26 Mei 2011

Siapakah Isma Ariyani Iskandar itu??

Hallo, hallo,,,, assalamualaikuuuuuuum,,,,
Ini Isma...       

                          


Manusia langka kelahiran 22 mei 1992 ini memang banyak ditemukan di mana-mana. Ups, langka ko’ ditemukan dimana-mana. Orang yang tidak kenal pasti bakal bertanya-tanya, kuntilanak kah ini isma? Jawabnya, “bukanLah... bisanya itu. Manusia biasajii tawwa.”
Ini menurut pendapat banyak orang, dan bukan hanya sekali dua kali kudengar orang bilang begini, miripki temanku ini isma. Hmmmm, muka pasaran kasian. Tapi nda papa, muka pasaran seperti ini, asli karunia Allah loh... hahahaha, iya lah...
Serius. Sudah ribuan orang yang bilang begitu. Yah kalo bukan ribuan, mungkin ratusan, atau paling sedikit puluhanlah. Dan parahnya diangkatanku ada yang bilang saya ini mirip Syahrini, ada juga yang bilang mirip Ulfa, istrinya Syekh Puji (asli saya tidak rela). Deng,,, mirip memang  kalo diliat dari toraja pake sedotan. Hahaha, yang ini jujur, di angkatanku memqng ada yang bilang, mungkin karatan matanya. Bukan pamer ini, tapi klarifikasi kalo sebenarnya saya ini nda mirip Syahrini tapi lebih mirip Oprah Winfrey,,, hahahaha, parah, terlalu jelek itu kasian. Tapi nda papa mirip kalo masalah kepandaiannya di dunia public speaking. Asikeeee....
Saya ingat kata-katanya Oprah “saya percaya akan kebenaran, dan saya akan menyebarkan kebenaran itu. Jadi, saya ingin menjadi jurnalis.”
Seperti itu juga saya, saya berminat menjadi seorang jurnalis, tapi lebih banyak lagi mimpiku ke depan. Bermimpi adalah bagian dari hidupku. Sangat banyak agenda yang sudah kurencanakan untuk masa depan. Tinggal Tuhan seleksi mana yang pas, dan mana yang perlu diganti. Karena saya yakin mimpi dan doaku pasti akan terkabul. Yah, tinggal Tuhan yang menentukan bentuknya seperti apa.
Karena saya suka menulis apa saja dan suka baca novel, maka salah satu mimpiku juga adalah menjadi seorang penulis buku/novel. Sambil menyelam minum air. Selain menjadi jurnalis, saya juga bisa menulis novel di waktu luang, aamiiin. Kalo semuanya berhasil akan kubangun perusahaan penerbitan sendiri. Setelah itu keliling dunia. Aamiin lagiii.
Itu hanya sebagian kecil dari mimpiku. Tidak bakalan cukup kalo cuma selembar kertas. Oh iya sampai lupa, untuk kelancaran karir saya nanti, sepertinya orang-orang perlu tahu nama lengkap saya. Selengkap-lengkapnya nama saya Isma Ariyani Iskandar, tapi kalo di akta kelahiran dan ijazah hanya tertulis Isma Ariyani. Tapi untuk lebih akrabnya panggil saja isma. Kalo mau lebih akrab lagi panggil saja GENDUT. Panggilan yang paling ku benci tapi kuikhlaskan demi menyenangkan hati teman-temanku meskipun menzalimi diri sendiri. Hiiiiiikz...
Selain panggilan GENDUT, saya juga akrab dipanggil BOLLA, sejak SMP, SMA, sampai kuliah pun masih banyak yang memanggil saya dengan sebutan itu. Dulu saya sekolah di SMA negeri 1 Bulukumba. Dan akhirnya nyasar di komunikasi Unhas. Sepertinya Tuhan memang menjodohkan saya dengan komunikasi Unhas, karena sangat berliku-liku dan berkesan perjalananku masuk ke tempat ini di tahun 2010 lalu. Tapi kalo mau diceritakan, waktu dan kertas pun tak akan cukup. Hehehe. Malaska’ menjelaskan dan kayanya nda’ pentingjii juga buat diceritakan. Alhasil jauh-jauh saya dari Bontotiro untuk kejar ini ilmu komunikasi, jadi sudah tidak ada lagi SNMPTN berikutnya.
Saya kira cukup sekian, jika berlebih dibuang saja.
Wassalamu alaikum warahmatullahiwabarakatuh......
(hahay, sebenarnya ini adalah tugas pra timelines (pelatihan jurnalistik KOSMIK, tapi di upload daripada karatan di laptop, yah mending dibagi-bagi)

masa lalu bukanlah untuk dilupakan anak muda!

Aku berniat menuliskan puisi untuk hari ini. Tapi aku tak bisa merangkai kata, namun tetap saja kucoba dan akhirnya bukan sebuah puisi yang tercipta, aku bahkan tak tau sebutan apa yang cocok dengan ini. Yah semacam percakapan dengan kakek bersurban putih. Aku mencoba membahasakan apa yang ada dalam mimpiku, hanya tokoh dan alur yang sama. Perkataan agak sedikit direkayasa.

Suaranya lirih
Mungkinkah aku yang dipanggilnya?
Berbaliklah anak muda, panggilnya
Aku takut
Aku memang mengenal suara itu
Tapi aku ragu untuk berbalik
Tak ada waktu lagi
Aku berlari
Kencang
Dan semakin kencang
Tetap saja suara itu mengikutiku
Siapa dia?
Semakin jauh aku berlari semakin terdengar suara itu.
“Berhentilah anak muda, tak perlu sombong menghadapi dunia ini”
Aku tersentak dan menunduk
“aku pun pernah seumuran denganmu”
‘Penuh semangat, bahkan tak pernah mau mengulangi kesalahan di masa lalu’
‘aku tau itulah sebabnya kau tak ingin berbalik’
‘Kau tak ingin mengulangi kesalahan yang pernah kau perbuat bukan’
Memang masih jauh perjalananmu ke depan, tapi bukan berarti kau tak boleh membalikkan pandanganmu ke belakang
Ingatlah di belakangmu adalah apa yang telah kau lalui,
Bukan untuk kau lupakan, tapi untuk kau kenang, dan untuk kau pelajari.
Yang salah di masa lalu tentu saja akan kau perbaiki dengan caramu, mungkin dengan cara yang sedikit atau sangat berbeda dengan masa lalumu
Belajar dari masa lalu itu berharga”
Aku tertegun mendengarnya
Aku berbalik dan melihat sosok seperti apa yang sedari tadi berbicara padaku
Dia adalah sosok kakek bersurban putih
Tak pernah kulihat sebelumnya
Tapi aku tak peduli siapa dia
Kupikir ada benar juga apa yang diutarakannya


Minggu, 22 Mei 2011

Doraemon versi Makassar

Dua hari memang waktu yang sangat singkat bersama mereka, teman2 seperjuangan dalam kompetisi “call for paper” serangkain acara CS2 memperingati ulang tahun komunikasi yang ke23 di Universitas airlangga....
Merekalah yang menjadi pesaing dalam kompetisi Call for paper: 
1. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR a.n. Ainun Najib Alfatih, Ilham Baharuddin, Elli.
2.  UNIVERSITAS GADJAH MADA, DIY a.n.  Muh. Amirrudin, Nur Alfiana, Angie Purbawisesa
3.  UNIVERSITAS AIRLANGGA, SURABAYA a.n. Luluatul Hamidatu U, Khoirotul Ummah
4.      UNIVERSITAS GUNADARMA, DEPOK  a.n. Adi Safriyanto, Fin Ramdhan,Nurul Aisyah Utami
5.      UNIVERSITAS WACHID HASYIM, SEMARANG a.n.  Junaidi Abdul M., Imam Khoirul U.
6.      UIN SUNAN KALIJAGA, DIY  a.n. Rizal Faoji, Shinta Nurdewi S. , Setia Utami
7.      PGSD FIP UNY, DIY a.n.  Isdiyono, Dwitya Sobat A, Novi Trilisiana
8.      UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, DIY a.n.  Annisa Rizky R, Azza Nurmalita, Tri Hardiyanti
9.      INSTIKA, SUMENEP a.n. Hairul Anam, Muh. Isni Habibi, Muhdari
10.  UNIVERSITAS AIRLANGGA, SURABAYA a.n. Ditty Heppyanti Lulu, Bangun Pratomo 
11.  UNIVERSITAS PARAMADINA a.n. Benni Yusrida H, Keken Frita V.
12.  UNIVERSITAS PARAMADINA a.n Lutviah, Kharisma C, Lutianan Retno W.
13.  UNIVERSITAS INDONESIA, a.n. Luluk Nuriyah, Anindini Winda A.
14.  UNIVERSITAS HASANUDDIN, MAKASSAR a.n. Ayu Adriyani, Fitrian Sakinah, Isma Ariyani
15.  UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG a.n. Ika Fitriani, Ermita Yusida 
16.  UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG a.n. Asmaul Jannah, Zipo R. Armando, Lita Permata Sari
17.  UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA, a.n. I Gst. Ag. Paramitha E.P. Putu Rusanti, I Gt. Ayu Trisna U.
18.  UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG a.n. Much. Mukhlas, Ria Febriansari, Qoyimah
19.  UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN a.n. Iin Amullah, Sofiyah Kholid B, Agus Zakaria
20.  UNIVERSITAS PARAMADINA,  a.n.  Riki Rachman P, Selly Novianti, Enur Nursyamsi.
21.  UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG a.n Erfan Dani S, Army Dita S.
22.  UNIVERSITAS AIRLANGGA, SURABAYA a.n. Anastasia Vita D.E.S, Danar Puspitaningrum, Alvionita Gizella. 
23.  UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, SURAKARTA a.n. Lutfiani, Dey Nurlida, Arina Nurrohmah.
24.  UNIVERSITAS INDONESIA, DEPOK a.n. Khairunnisah, Riyan Tri Yuono, Fera Gustina P.
Yah dari 24 pesaing ternyata tak 1 pun menyombongkan diri. Di penginapan REMAJA Surabaya kemarin mereka sangat ramah dan supel, saya suka dengan mereka. Yah meskipun kebanyakan dari Jaw a sana mereka tetap ramah  dengan kami dari tanah Daeng. Bahkan banyak yang memintaku untuk mengajarkan mereka bahasa Makassar padahal saya sendiri hanya mengerti sedikit sedikit tentang bahasa Makassar. Walhasil saya hanya bisa mengajarkan mereka “aga kareba”, “baji-baji”, “kemaeko”. Yah sepertinya hanya itu. Tak kalah serunya ketika teman sekamarku di penginapan sana Mba’ Ika dan mba Yusi memintaku menyanyikan lagu doraemon versi Makassar sambil mebaca liriknya di handpone mba' ika... Yah seperti inilah liriknya.
 nakke ero kammanne , nakke ero kammanjo,
ero anne ero antu jai sikali,
ia ia ngasenga, kulle ni kabulkan,
kulle nikabulkan sagang koccikang ajaib
nakke ero ribba bebas ri langikaa
hei, anrong-anrong bulo,
la,la,la, nakke sanna kungaina doraemong
Karena suaraku yang serak-serak seksi binti hancur, hasilnya pun hancur. dan semua tertawa...Heheheh
Tak mau kalah dengan mereka yang ingin belajar berbahasa Makassar, saya pun meminta untuk diajarkan berbahasa Jawa.
Walhasil ole-ole yang bisa kubawa pulang
Sopo jenengmu, punten, maturnuwun, Nyunsewu, ora iso.... hahaha, itu sih dari dulu sudah saya tau, sangat tidak ada tambahan suku kata, ternyata bahasa Jawa susah.

nda tau apa judul yang pas

Sunyi....
 teramat sunyi,,,
Jarum jam menunjukkan pukul 01.30. sesaat yang lalu aku baru saja tersadar dari lelap tidurku. Sms dari seorang temanlah yang ternyata membangunkanku....
“Happy birthday”
Yah beberapa sms yang sama membuat handphoneku terus berdering. Akupun kesulitan untuk memejamkan mataku kembali. Ku duduk dalam diam, air mataku tiba-tiba tumpah begitu saja. Tanpa terasa sekarang usiaku sudah 19 tahun, sebentar lagi berkepala dua. Tapi belum ada yang bisa kupersembahkan untuk orang disekitarku. Untuk orang tuaku, dan semua orang yang kusayangi. Hanya hal-hal tidak berguna yang banyak mewarnai lembaran-lembaran dalam buku harian hidupku. Sama sekali aku belum memberikan mereka kebanggaan. Bahkan untuk diriku sendiri pun aku masih terus bertanya apa hal terbaik yang sudah kulakukan dalam hidupku. BELUM ADA... hanya itu yang selalu terbersik dalam benak.
Kuhapus linangan air mata ini, ku usap wajahku dengan air wudhu, dan kubentangkan sajadahku. Yah, memang sudah lama aku tak pernah sujud di tengah malamMu. Bahkan kewajibanku pun terkadang terabaikan. Kuangkat kedua tanganku menghadapMu. Kuucap sebaris doa , satu hal yang paling kuinginkan di dunia ini membahagiakan kedua orang tuaku. Itu saja. Apapun dan bagaimana pun wujudnya, yang jelas mereka bangga melihatku.
Kualunkan untaian ayat-ayatMu di tengah kesunyian. Pertama kalinya di pertambahan umurku kusambut dengan cara seperti ini. Setidaknya ini lebih berguna dan menyenangkan. Entahlah menyenangkan seperti apa yang kumaksud tapi sungguh ada kepuasan tersendiri yang kurasakan.
Lagi, kuintip jam kuning di dinding. Ternyata sudah menunjukkan pukul 3.25 aku belum juga bisa memejamkan mata. Kucoba menuliskan apa yang mungkin bisa kutuliskan. tapi sayang seribu sayang, tak mampu kurangkai kata. semakin kuberpikir semakin ku tak mampu kurangkai kata.
aku menyerah...

Sabtu, 21 Mei 2011

Postingan terakhirku... hikz


Sumpah ... ini nda bohong.... insya Allah inilah postingan terakhirku, di usia 18 Tahun.hehehe.. yah tanggal 22 besok insya Allah 19 tahun,,, itu pun kalo Tuhan masih mengizinkanku melihat dunia fana ini.... di penghujung usia 18 Tahun ini aku punya sedikit permohonan kepada Allah.... Aku hanya ingin IP ku lebih baik dari semester sebelumnya... itu saja ya Allah,,,, kalau kau mengabulkan artinya itu kado terindah yang kau berikan untukku... satu lagi ya Allah aku ingin semua doaku selama ini Engkau kabulkan... aamiiin... permohonanku cuma dua kan Allah....

Ranah 3 warna (Bebek Sinjai yg berakhir Ole Olang)


seperti judul novel saja...
yah, tidak beda jauhlah dengan novel asli karya ahmad Fuadi,,,, kalo di novel asli bercerita tentang pengalaman Alif menjelajahi 3 tempat, Bandung, Yaman, dan Kanada, maka saya Makassar, Surabaya, Madura dalam 2 hari,, hahaha.... ini adalah pertama kalinya saya ke surabaya, trima kasih Untuk Unair yang telah membuka jalan saya ke tempat ini.... dan tentunya buat mba Ria dari KKU yang sudah menemani kami melancong sampai ke Madura. berawal dari keberangkatan dari bandara Hasanuddin, tiba di Surabaya, dan akhirnya melancong ke madura untuk mencari Bebek Sinjai di hari kedua di surabaya... tapi apa?? tau-taunya si Bebek sinjai yang katanya Mba Ria sangat ma'nyus ternyata habis, mungkin saking ma'nyusnya itu maka restorannya tutup karna si bebek sinjai sudah habis. nah karena sudah lapar, dan memang hanya warung yang tutup itu yang jual bebek sinjai, akhirnya kami mampir di restoran  "ole olang". nama yang unik, sempat terpikir bahwa yang membuat nama restoran itu adalah orang cadel, tapi ternyata tidak, arti ole olang itu sebenarnya "orang berlayar" jadi makanan yang tersedia adalah seafood.

Minggu, 15 Mei 2011

Untung ada mereka

12 Mei...
Trima kasih buat teman-teman Great yang udah mendukung kami bertiga menuju medan pertempuran,,, pertempuran melawan 23 tim di UNAIR sana dalam acara Comunication Student Summit CS2). Teristimewa buat teman-teman yang sudah mengantar saya, Ayu, dan Sakinah menuju bandara Hasanuddin. Kami brangkat menuju bandara sekitar jam stengah 10an, keberangkatan kami sebenarnya pukul 11, tapi sayang seribu sayang keberangkatan kami harus di tunda. “maaf mba, pesawatnya delay sampe jam 12.45.”
Deng,  kami di bandara sejak jam 10 dan harus menunggu 2 jam lagi, masya Allah betapa membosankannya menunggu. Tapi untung ada acoz, deny, try, vani, dan abo. Luv u all... selama 3 jam mereka setia menemani. Seperti biasa hanya kegilaan yang membuat menunggu itu menjadi mengasyikkan. Foto sana-sini, ketawa ketiwi, makan, mainin troli... hahaha persis anak kampung Autis. Maaf yah teman-teman....
Untunglah kalian setia menemani, seandainya tidak adda kalian entahlah bagaimana membosankannya menunggu selama 4 jam di bandara karena ternyata kami berangkat pukul 2 teng. Dasar Indonesia ngaret....




Minggu, 08 Mei 2011

Hidup itu Bagaikan Roda


"hidup itu bagaikan roda, kadang kita di atas, namun terkadang juga berada di bawah"

  STUJU.....
tapi....
mengapa banyak orang yang tak bisa terima ketika mereka berada di bawah??

 Bukan,,,,
mereka bukannya tak menerima,
satu kata , "KECEWA"
terkadang apa yang mereka usahakan tak seperti hasil yang mereka mau...
sekarang....
aku adalah bagian dari mereka...
sangat ironis,,,
apa yang kulakukan, tak seperti yang kuharapkan,,
sempat kuteteskan air mata ,
terdiam, menunduk, tak peduli dengan sekitarku,,,

tapiii,,,,
heeey,,,
ini hanya bagian terkecil dari sandiwara hidupmu,,,
tak sepantasnya nilai E membuatmu menangis,,,
ini bukan akhir,
hanya secuil cobaan,,,
mana janjimu untuk selalu TEGAR??

entah itu janji atau sekedar berucap....
tapi kalau bkan janji, untuk apa kau ucap di setiap sujudmu?

SIAPA BILANG MINTA MAAF ITU SUSAH?




Insiden adu mulut kemarin dengan salah satu temanku, sebut saja namanya “BUNGA” membuatku sadar bahwa masih secuil kesabaran yang kumiliki. Semua orang juga tau kalo si BUNGA orangnya memang seperti itu,rese’, calleda’, sensi, aaaargh, semuanya deh.  tapi tetap saja aku meladeni orang seperti itu. Seharusnya kudiamkan saja dia. kudiamkan takutnya malah kutonjok. Hahahaha, astagfirullah ,,, semakin berceloteh, semakin menyakitkan setiap baris kata yang keluar dari mulutnya. Rasanya memang ingin kutonjok, tapi takut juga dia malah nonjok balik...hahahaha takutji pale.... kalo kulawan pake ocehan juga mungkin masih bisa, tapi kalo sudah adu fisik entar jadi nara pidana. Ngeriii
Kejadiannya sesaat sebelum mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi kemarin. Semakin lama perdebatan semakin memanas, alhasil teman-temanku pada melongok mungkin terheran-heran melihatku perang mulut dengan si bunga, akhirnya Saqinah menarik tanganku agar meninggalkan perdebatan itu. Untungnya tak ada air mata dalam insiden itu. Tapi lucunya, seperti biasa, si bung yang suka cari perhatian (astagfirullah isma) meninggalkan TKP dengan melempar tasnya. Tas terjatuh, dan bunga lari entah kemana. Wah lebay juga itu anak. Tidak salah lagi LEBAY...
Singkat cerita, setelah belajar PIKOM, teman-temanku menanyaiku seputar kronologis perdebatan tadi. Beberapa orang mengingatkanku untuk meminta maaf. Tak ada gunanya bertengkar dengan teman sendiri. Lagi pula Bunga memang seperti itu. Tak sedikitpun aku berniat untuk meminta maaf, kupikir dia sangat keterlaluan. Tak segampang itu meminta maaf kalo ternyata kita merasa kalo kita tidak salah. Harusnya dia dong yang minta maaf. Untuk apa juga aku meminta maaf kalo tidak ikhlas.
Semakin banyak temanku yang kemudian mengingatkan, “katanya tidak mau punya musuh, tapi minta maaf saja susah.” Setelah kupikir-pikit ternyata ada benarnya juga, disinilah kesabaranku sedang diuji. Intinya hanya perlu kikhlaskan semuanya. Ikhlas meminta maaf. Semoga dia mau memaafkan. Kalo tidak ya terserah si bunga saja, toh dosanya bakalan dia tanggung.
Berhubung karna si Bunga keburu pulang, akhirnya moment untuk memiinta maaf aku cancel dulu, nanti pas ketemu lagi baru minta maaf.
Berhubung besoknya aku balik ke Bulukumba, kuputuskan untuk menelponnya saja.
“halo, assalamualaikum”
“waalaikum salam”
“kau Bunga?”
“iya kenapa isma?”
“emmm, maaf nah masalah kemarin. Hilafka’ “
“oh iya, saya juga minta maaf”
“jadi, saya dimaafkan ini? Sama-sama emosiki kayanya kemarin, akhirnya salah pahammi”
“iya, maafkanka juga nah”
“ok deh. Sudahmii pale. Assalamualaikum”
Nah, sudah bisa kusimpulkan bahwa ternyata pikiran kita lah yang kadang menjadi setan dari hati kita. Terkadang kita kemudian berpikir, untuk apa saya minta maaf toh yang salah kan bukan saya. Lagi pula, mana mau dia memaafkan saya.
Semua akan terasa mudah ketika ikta ikhlas, dan melapangkan dada. Bisa saja si dia juga penuh pertimbangan untuk meminta maaf tapi tetap mempertahankan gengsi, kalo kasusnya sudah seperti itu maka tidak aka nada saling memaafkan, malah akan terus menjadi musuh. Gengsi ketemu gengsi gimana jadinya? Tidak ada gunanya mempertahankan gengsi, malah hanya akan membuat keresahan akan kesalahan yang ada. NAH, MULAI SEKARANG JANGAN PERNAH BERPIKIR bahwa MEMINTA MAAF ITU ADALAH HAL YANG SULIT. Karna pikiran itulah yang sesungguhnya mempersulit jalan kita untuk menjadi insane pemaaf. Dan akhirnya kita kemudian menjadi teman-teman si IBLiS.

               


Selasa, 03 Mei 2011

MEI yang INDAH

Bulan Mei yang menyenangkan,,,,,
terkadang aku berpikir mungkin ini KADO dari Tuhan menjelang ulang tahunku,,,, trima kasih ya Allah,,,,,,
air mata di bulan April ternyata membawa tawa di Bulan Mei,,, Tanggal 3, tak pernah kusangka moment persiapan ke Surabaya dalam acara Communication Student Summit ternyata membawa banyak sorotan dari banyak orang. Saya, Ayu, dan kinah, ko' sudah seperti selebriti saja. menurutku ini terlalu dibesar-besarkan, sampai harus dipublish ke media. tapi trima kasih deh buat abang-abang KKU dan media yang telah membantu dan mempublish kami, yah anggaplah ini sebuah kebanggaan yang bisa kupersembahkan untuk orang tuaku tercinta di BULUKUMBA sana.

saya senang dan bangga berada di tempat ini, DI KOSMIK, yang ternyata punya keluarga besar yang sangat peduli. bukan hanya bantuan dana, tapi juga doa,,,, semoga kami bisa mempersembahkan yang terbaik untuk KOSMIK,,, amiiiiiin

Kawanku, Si manusia serba bisa

 Sebenarnya postingan ini adalah postingan balasan untuk kawanku yang telah membuat sebuah postingan tentangku. Kalau dia memberiku gelar “imajinatif” pada postingannya , maka saya merasa pantas untuk memberikanx gelar “manusia serba bisa”. Yah ade Fadly “si Manusia serba Bisa”. ADE?? Hahhh? Tiba-tiba ada dialek di dalam hatiku :
“loh fadli itukan angkatan 2009, knapa dipanggil ade’??
“memang, tapi dia kan seangkatan dengan qT”
“Loh, tapi kan tetap saja dia lebih tua dan lebih beumur, lihat saja janggutnya,,,, hahahaha”
“sssssstttt, sudah tdak perlu dibesar-besarkan, menggosipkan orang lain dosa loh, ngga papah, dipanggil ade’ toh dia juga ngga bakal lebih muda dari qt kan? Setidaknya qt bahagiakan hati saudara qt ,,,hahahaha”
“iya sudah qt panggil dia dengan sebutan “ade”,, etz “ade Tua” lebih cocok”
            Oh iya, gelar” manusia serba bisa” itu memang sudah kupikir-pikir sejak lama, tapi tak perah langsung kuucapkan di depannya, takutnya dia terbang ke angkasa dan tidak akan kembali lagi. Hahahaha.... FADLY, seorang manusia, berkaca mata teman angkatanku di kosmik, angkatan “GREAT”. Tapi  dia angkatan 2009 di UNM jurusan Matematika. Nah, loh Matematika dengan komunikasi nyambungnya dimana? Eksak dan non eksak bukan? Nah, ini dia yang membuatku menjulukinya manusia serba bisa. Dia itu bisa dan menurutku pintar matematika, meskipun dia belum pernah mengerjakan soal matematika langsung di depan mataku juga tdak pernah menceritakan secara langsung bahwa dia mampu di matematika, tapi saya pernah mendengar dia menjelaskan, kalo tidak salah mata Kuliah LOGIKA saat itu, dia menghubungkan anaknya filsafat ini dengan matematika. Nah, itu baru satu alasan. Kedua, dia itu jago dalam berdiskusi, KRITIS deh menurutku, saking kritisnya dia sering membuat teman-temanku yang lagi presentasi jengkel dengannya karna pertanyaan yang ngga ada habisnya. Selain itu, aku melihat dia sebagai seseorang yang berpengetahuan luas, qt bahas ini dia tau, dia bahas itu dia, tau,,, hhhuuuuh
Ada lagi kalo urusan buat skripsi saya yakin dia sudah sangat mahir, dan seandainya ada anak kuliah yang baru setahun sudah bisa wisuda say akin itumii FADLI,,, STOP isma, meledak nanti kepalanya.
            Satu hal yang membuatku tidak habis pikir, kenapa senyumnya begitu, sulit untuk ditebak, hmmmm dan banyak orang yang memikirkan hal yang sama dengan apa yang kupikir, terkadang senyuumnya membuat orang lain merasa jengkel karena terkesan diremehkan, tapi sesungguhnya itulah senyumnya, senyum yang penuh teka teki.
            Masih ada, kalo dia adalah salah sattu teman kelompokku, pasti ada-adda saja yang membuatku tak sepaham dengan pemikirannya, entahlah, saya yang nyolot atau dia yang keras kepala, suaranya juga besar, tiap ngomong ko’ aku selalu digertak. Tapi sekalii lagi, itulah suaranya, bukan menggertak.
            Baiklah, mulai sekarang karena fadly menyuruhku untuk bersikap arif ketika satu kelompok dengannya, akan kucoba,, (heeeey, kenapa terkesan saya yang salah, memangnya saya egois dan tdak arif)) . yah itu penilaiannya fadli mungkin.