Selasa, 09 September 2014

Seberapa Kuat Kau Mampu Mengalahkan Takdir?

Kita tak akan pernah lebih pandai dari takdir, Ry.
Berapa kali kau sengaja membelokkan langkahmu demi tak mengundang suara renyah dedaunan coklat yang menumpuk di setapak yang kau lalui?
Kau lupa, ada org yang berjalan di belakangmu.
Berapa kali kau berhasil menghindarkan simpang yang kau tebak akan mengiringkanmu pada takdir yg kau tak mau?
Kau lupa, bumi tak pernah berubah bentuk. Masih bulat.
Berapa kali kau harus menutup telinga demi tak mendengar sesuatu yg kau benci?
Yang paling penting, jangan pernah membuat tuli hatimu.
Berapa kali kau harus merapikan kembali perasaanmu demi menahan air ruah pada sudut matamu?
Kau tentu tak lupa, salah satu tugas mata adalah menangis.
Berapa kali kau mencari yang kau cari? Pula kau tak menemukan yang tak kau temukan?
Lalu di setiap kau menutup langkahmu di ujung hari yang jingga, kau akan selalu menyimpulkan, inilah sebetulnya takdirmu. Seberapapun besarnya usahamu untuk menghindar.
Kelak keluh akan mengajarkan betapa dunia punya banyak takdir yang tak kau tau pangkal ujungnya. Karna takdir selalu kuat dan cepat.
Begitu Khrisna mengajarkanmu, bukan? Kau hanya tak perlu sekeras Drupadi.